Rabu, 11 April 2012
Selasa, 27 Maret 2012
Terima Kasih
Jantungku.. Berhenti berdetak
Disaat dirimu.. Tak lagi memberikan
cintamu
Hati ku..tak mampu merasa
Merasa kau tiada.. tiada lagi
memberiku setia
Kau pergi dengan semua hal
yang takan kembali
Tapi biarlah..
Kubertahan disini dengan hatiku
yang semakin rapuh saat ku mengenang dirimu
Tapi biarlah..
Bahagia pernah ada dalam hidup ku
Walau hanya sekejap
Terima kasih kau telah mencintai aku..
Mata ku.. Tak dapat melihat
Setelah kau pergi membawa cahaya
dalam hidupku
Kakiku.. Tak mampu melangkah
Saat tiada kamu
yang selalu jadi arah hidupku
Senin, 26 Maret 2012
Sekuat Hatimu "for my beloved mother"
Kumohon hentikan air matamu mama
Bila ternyata harus putus sekolahku
Dan kupilih gaya hidup yang tiada
pernah..indah dimatamu..
Tak mampu ku mengampuni diriku mama
Bila kucerna harunya artinya doamu
Yang kau panjatkan untukku
Saat ku bawa diriku semakin
Dalam kuterjatuh..
Bila ku tak pernah sanggup untuk
Bangkit dari kegagalan yang tak seharusnya kau sesali
Karnya kenyataan hidup yang aku jalani
Tak seindah saat ku dengar engkau bernyanyi
Peluklah lelah jiwaku mama..
Yang teluka di pecundangi dunia..
Hanya kasih mu yang mampu
Lindungi lemah hatiku yang tak
Sekuat Hatimu..
Peluk hati kecil yang penuh dendam ini
Ajari tuk meghapus sebuah rasa benci
Biarkan kasih lembutmu sentuh hatiku
Ubah aku jadi buah hati yang dulu
Sabtu, 24 Maret 2012
Saat ini, gua jadi berfikir, proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang, kita masih suka menbanding-mandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sma seseorang, kita menbandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Kita membandingkan, secara sadar ataupun tak sadar, cara mereka berjalan, cara mereka berbicara, bahkan cara mereka mengakhiri pembicaraan di telepon. Seperti lazimnya orang yang masih tejebak di dalam masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan kita yang sudah lama itu.
Ini mungkin alasan kenapa susah banget buat gue untuk menemukan yang baru, karena perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan.
WAKTU mungkin obat yang palingbaik untuk semua luka. Setelah gue berdamai dengan masa lalu, gue baru bisa belajar untuk kembali punya hubungan.
Saat gue menulis ini, gue kembali pacaran. berangkat dari mencari orang yang membuat gue nyaman, gue pun kembali menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih dewasa dari gue. Dia memang selalu ada buat gue, dan kesalahan apapun yang gue perbuat, dia pasti terima. Dia sayang sama gue apa adanya, bukan ada apanya. Dan, hal tersebut adalah perbedaan yang besar.
Bagi sebagian orang, rumah adalah kasur kecil yang di taruh di atas lantai kamar berukuran empat kali empat meter. Bagi orang lain, rumah adalah bangunan minimalis besar di daerah Kebayoran Baru. Bagi orang lain, rumah mereka adalah jalanan karena tidak punya rumah. Bagi orang yang lain lagi, rumah bermacam-macam karena propertinya banyak, tersebar di seluruh Indonesia.
Bagi gue, rumah adalah dia. Karena dia adalah tempat gue pulang. Kerena, orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan.
Jumat, 27 Januari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)


